Sajak Pengagum Perang

empat tentara perang berangkat tempur. penuh rasa hati yang bercampur. walau memang tidak terlalu teratur. tapi tetap maju bagai pion catur.

bermula di awal dua ribu satu. saat pesawat buat gedung dan tanah bersatu. di bulan sembilan tanggal satu satu. lara dan duka bersama denyut ikut bersatu.

seorang laksamana tempur tergerak. menyadari waktu yang tersisa tak bercorak. ia menyesali berkarya sia dan berjarak. ketika nyawa di ambang suara serak.

dikumpulkannya kawan lama. dirangkulnya adiknya. diajaknya kenalan baru juga. berangkat lah para pahlawan di kala senja.

dikumpulkannya sebuah pasukan. mereka yang rusak dan terkalahkan. begitu juga yang terkutuk tak dilupakan. seperti itu lah semua disatukan.

di tengah jalan bertemu tentara baru. seorang yang untuk mati tak mau. diangkatnya melengkapi yang terdahulu. namun akhirnya mengecewakan dibuat malu.

dilanjutkan perjalanan mereka. bertemu maut dan temannya. lelah, resah, dan gundah bersama. sudah saatnya pensiun rupanya.

wahai pasukan tempurku. walau habis waktu perangmu. tak akan aku lupakan jasamu. menolong semua setan dalam diriku.

terimakasih atas empat era itu.

saya bawakan peluruku, kau bawakan cintamu.
tiga sorakan untuk balas dendam yang manis.
parade hitam.
hari bahaya: kehidupan sejati dari Killjoys yang luar biasa.


"bolehkah kalian kembali ke medan tempur?"
"tidak, sayangku. bagian itu sudah tamat."

--pesan dari penguasa perang--

"Kami sudah selesai. Tapi ia tidak akan pernah bisa mati. Ia hidup di dalam diriku, di dalam orang-orang, dan ia hidup di dalam dirimu semua. Saya selalu tahu itu, dan saya pikir Anda juga tahu.

Karena ia bukanlah sebuah band—
ia adalah sebuah ide."

ra
—romansa kimiaku

Popular Posts